Konsep Intelegensi dan Sejarah Pengembangan Alat Ukur

konsep iq dan perkembangannya

Authors

  • bayu kurniawan Universitas Jambi

Keywords:

pengukuran IQ, perkembangan sejarah, Skala Kecerdasan Dewasa Wechsler Skala Binet-Simon

Abstract

Penelitian ini memberikan eksplorasi mendalam terhadap konsep kecerdasan dan pengembangan alat ukur IQ melalui metodologi Literature Review yang komprehensif. Dengan menggali wawasan dari lebih dari 600 artikel yang dipilih dan disaring dari berbagai database terpercaya, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang evolusi penilaian kecerdasan. Lintasan historis melibatkan karya-karya penting seperti Skala Binet-Simon Alfred Binet pada tahun 1905, berkembang menjadi metode skoring kontemporer dalam Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS-IV). Figur kunci seperti Lewis Terman dan David Wechsler memainkan peran sentral dalam menyempurnakan dan menyesuaikan tes kecerdasan. Fokus utamanya terletak pada pemahaman kecerdasan sebagai kapasitas mental kompleks yang melibatkan aspek kognitif, pengambilan keputusan, dan adaptasi terhadap lingkungan baru. Konsep 'g' atau kecerdasan umum, yang diperkenalkan oleh Charles Spearman, dieksplorasi bersama dengan konsep kecerdasan multidimensional Howard Gardner. Analisis ini mendalami signifikansi Intelligence Quotient (IQ) sebagai metrik kognitif utama dan dampaknya pada berbagai domain kehidupan, termasuk pendidikan, pemilihan pekerjaan, dan penilaian kebutuhan khusus. Kritik terhadap tes IQ, yang mencakup bias budaya dan keterbatasan dalam mengukur aspek kecerdasan yang lebih luas, dibahas untuk memberikan perspektif seimbang. Dengan mengadopsi metodologi Literature Review yang menyeleksi dan menyisakan 42 artikel paling relevan, hasilnya menyoroti kompleksitas intelegensi sebagai fenomena multidimensional yang membentuk dasar kemampuan kognitif manusia. Sejarah tes IQ, dari Skala Binet-Simon hingga pengembangan seperti Stanford-Binet dan Wechsler Intelligence Scales, mencerminkan usaha untuk akurasi dan kontekstualisasi budaya. Meskipun kontroversial, tes IQ tetap relevan dalam identifikasi bakat, kebutuhan khusus, dan seleksi pekerjaan, dengan perluasan perhatian pada aspek etis dan budaya.

Downloads

Published

2024-01-02